Tampilkan postingan dengan label berita umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita umum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2025

AKSI GURU PAUD KABUPATEN MOJOKERJO "TINGKATKAN KOMPETENSI DENGAN PELATIHAN BAHASA INGGRIS"

Mojokerto, 17 Mei 2025, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini sangat mutlak dibutuhkan seiring dengan globalisasi komunikasi dan informasi yang masuk juga pada ranah pendidikan anak usia dini. Pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Kabupaten Mojokerto juga ambil bagian dalam perkembangan dan kemajuan informasi dengan mengadakan Pelatihan Bahasa Inggris Dasar untuk PTK PAUD. pelatihan Bahasa Inggris sehari tatap muka mulai dari  jam 07.00 sd 16.00 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto yang diadakan oleh PD HIMPAUDI Kabupaten Mojokerjo dalam rangka menindak lanjuti program PW HIMPAUDI Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Top English Indonesia. Ibu Hj. Aslikhah Azis, S.Pd. (ketua PD. Himpaudi Mojokerto) dalam sambutannya "mengapresiasi atas usaha dari PTK PAUD Kab. Mojokerto dalam meningkatkan kompetensinya terutama dalam  pembelajaran bahasa Inggris  pada anak usia dengan benar dan mudah diikuti oleh anak anak. Kebermanfaatan yaitu menambah skill berbahasa Inggris, sebagai sarana membuka akses seluas luasnya di dunia Internasional dengan berbagai penawaran seperti  beasiswa kuliah ke luar negeri. Dalam pelatihan ini juga memberikan manfaat untuk  pengurus daerah dengan website gratis dari TEI dan dapat dikembangkan pula untuk website kecamatan  oleh pengurus cabang. Ucapan terimakasih kepada seluruh anggota, narasumber dan juga dinas pendidikan yang telah mensupport kami dg menyediakan aula ini untuk 117 peserta". 



Kegiatan Pelatihan B. Inggris dihadiri oleh undangan kehormatan : 1) Kepala dinas pendidikan kabupaten mojokerto (diwakilkan). 2. Kepala bidang PAUD dan dikmas, 3). Ketua ikatan penilik Indonesia (IPI) kab mojokerto, 4). Utusan PW. HIMPAUDI Jatim, 5). 18 ketua PC Himpaudi kecamatan. Dalam sanbutannya kepala Dinas Pedidikan yang diwakli oleh Ibu Nur Wahyu Liswati, S.E., M.M. (kabid. PAUD dan Dikmas) " HIMPAUDI adalah Organisasi profesi yang menghimpun para pendidik dan tenaga kependidikan diseluruh Indonesia yang berfokus pada anak usia dini. pendidik yang bergerak dalam PAUD wadah  HIMPAUDI merupakan pejuang tanpa tanda jasa dengan membangun karakter anak sejak dini yang berpengaruh bagi bangsa Indonesia. Lembaga - lambaga PAUD di kabupaten Mojokerto tidak hanya memberikan pembelajaran bahasa Jawa, bahasa Indonesia juga dengan bahasa Inggris bisa dimasukkan dalam muatan lokal" 

"Situasi saat pelatihan, peserta sangat antusias sekali, hal tsb nampak di awal pelatihan terdapat tes kemampuan dasar (TKD) untuk menentukan tingkat pencapaian level pemahaman pendidik tentang bahasa Inggris. Pendidik yang masih muda terlihat mengerjakan dengan lancar dan sudah percaya diri akan jawabannya, tetapi bagi pendidik yang sudah berusia 40 tahun ke atas, mereka nampak tersenyum ceria walaupun belum memahami. Hal tersebut tidakenyurutkan semangat pendidik untuk belajar bahasa Inggris, minimal pendidik dapat mensupport anak2nya untuk semangat belajar bahasa Inggris. Semua kecamatan telah disediakan website oleh TEI, dan akan ada pelatihan operator website masing2 kecamatan se kabupaten mojokerto", Siti Marwatin Ainiyah, M.Pd. (sekretaris PD Himpaudi Kab. Mojokerto) menuturkan . 


Published
by:

Biro Diklat Litbang PW HIMPAUDI Jatim

Kamis, 27 Maret 2025

MUSABAQOH TILAWATIL QUR’AN (MTQ) HIMPAUDI JAWA TIMUR 2025 SUKSES DIGELAR

 


Surabaya, 27 Maret 2025 – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Pengurus Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun 2025 secara virtual via Zoom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mengasah kemampuan tilawah, serta mempererat ukhuwah islamiyah antar anggota HIMPAUDI se-Jawa Timur.

Tahapan Kegiatan

MTQ HIMPAUDI Jatim 2025 dilaksanakan melalui beberapa tahap:

  • 17–18 Maret 2025: Pengiriman video peserta.
  • 19–20 Maret 2025: Seleksi 10 besar.
  • 25 Maret 2025: Technical meeting untuk 10 finalis.
  • 27 Maret 2025: Final lomba dan pengumuman juara.

Kriteria Penilaian dan Ketentuan Lomba

Para peserta dinilai berdasarkan tajwid, fasohah, suara dan irama, adab dan penampilan, keutuhan bacaan, serta durasi waktu. Adapun ketentuan lomba meliputi:

  • Membaca Surah Ali Imran ayat 133–136.
  • Durasi video 5–7 menit.
  • Peserta merupakan anggota Laskar HIMPAUDI Jatim dengan menunjukkan Nomor Induk Anggota (NIA).
  • Peserta merupakan perwakilan dari Pengurus Daerah (Kabupaten/Kota) se-Jawa Timur.

Acara Final dan Penentuan Pemenang

Acara Final dihadiri oleh 17 orang dari Pengurus Wilayah dan  38 orang dari Pengurus Daerah.

Pada saat acara tersebut,  Peserta membaca Maqro' surat Al Hasyr ayat 18 dengan 3 lagu wajib.

Peserta berasal dari perwakilan 35 Kabupaten/Kota dan dipilih 10 besar sebagai finalis. Setelah melalui proses seleksi ketat oleh 3 dewan hakim, berikut para pemenang:

  • Juara 1: Husnul Khotimah (Sumenep) – Skor 95,5
  • Juara 2: Siti Hanifah (Lamongan) – Skor 94,5
  • Juara 3: Metty Muflihah (Gresik) – Skor 91,5
  • Harapan 1: Choirun Nissak (Sidoarjo) – Skor 87,5
  • Harapan 2: Siti Nur Muffikhatin (Tuban) – Skor 86,5
  • Harapan 3: Titin Nuriana (Nganjuk) – Skor 85,5

Para pemenang berhak mendapatkan total hadiah Rp 3.000.000 serta sertifikat penghargaan. Juara 1 juga akan tampil pada acara Hari Besar HIMPAUDI (HBH) PW dan PD se-Jawa Timur.

Sambutan dan Apresiasi

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Timur, Galih Waskito, S.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya perjuangan kesetaraan pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

 


Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, M.M. turut hadir memberikan apresiasi. Beliau menyampaikan, "MTQ ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari pembinaan karakter pendidik PAUD yang qur’ani, sehingga dapat meneladankan nilai islami kepada anak didik."

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota HIMPAUDI Jawa Timur untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Dibuat dan diterbitkan oleh :
Humas HIMPAUDI Jawa Timur

 

 

 


Minggu, 16 Maret 2025

Pelatihan Bahasa Inggris dan Admin Website untuk Guru PAUD Kabupaten Pamekasan Sukses Digelar


Pamekasan, 15 Maret 2025 – Sebagai bukti nyata realisasi kerjasama antara TOP ENGLISH INDONESIA dengan PW HIMPAUDI Jawa Timur, telah dilaksanakan pelatihan Bahasa Inggris untuk guru PAUD di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PD HIMPAUDI Kabupaten Pamekasan pada tanggal 15 Maret 2025 di Aula Wabup Pamekasan. Acara ini dihadiri oleh 59 peserta yang terdiri dari pengurus dan guru PAUD, serta berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

 

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Pamekasan, Bunda Andriyani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan pentingnya pelatihan ini untuk menatap masa depan pendidikan PAUD yang lebih cemerlang. Beliau menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga mengubah pola pikir konservatif menjadi lebih progresif dan siap menghadapi tantangan global.



Peserta pelatihan terlihat sangat antusias dan terinspirasi oleh penyajian materi yang dinilai "is the best". Materi yang disampaikan tidak hanya memotivasi, tetapi juga menggugah dan menantang peserta untuk berpikir lebih maju. Dalam Testimoninya, salah satu peserta mengungkapkan, “Belajar Bahasa Inggris sangat mudah dan gampang. Dengan hitungan hari, tujuh benua ada dalam genggamanku, dan aku siap menjelajahi dunia dengan Bahasa Inggris.”

 

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Kabupaten Pamekasan, sekaligus memperkuat kerjasama antara TOP ENGLISH INDONESIA dan PW HIMPAUDI Jawa Timur. Dengan semangat baru yang terinspirasi dari pelatihan ini, guru-guru PAUD siap membawa perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.



Pelatihan ini tidak hanya menjadi gerbang awal bagi peningkatan kompetensi guru PAUD dalam penguasaan Bahasa Inggris, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan admin website PD HIMPAUDI Kabupaten Pamekasan. Kedua pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru PAUD dengan keterampilan yang relevan di era globalisasi, sekaligus membuka cakrawala berpikir kritis dan inovatif.

 

Kontak Media:
Heri_Biro Diklat Litbang PW HIMPAUDI Jawa Timur

 

Jumat, 21 Februari 2025

TOT Pelatihan Bahasa Inggris bagi Guru PAUD

Jombang, 22 Februari 2025 – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Jawa Timur sukses menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pelatihan Bahasa Inggris bagi Guru PAUD di Hotel Green Red, Jombang, pada Sabtu, 22 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari Ketua Himpaudi Kabupaten/Kota se-Jawa Timur beserta satu orang pendamping, serta pengurus Himpaudi Wilayah Jawa Timur. Setiap Kabupaten/Kota mengirimkan dua orang perwakilan, yaitu Ketua Himpaudi dan satu orang pendamping.



Pelatihan ini secara resmi akan dibuka oleh Bapak Galih Waskito, S.Pd., Ketua Himpaudi Jawa Timur. Acara pelatihan diawali dengan Penandatanganan Naskah Kerjasama antara Himpaudi Pengurus Wilayah Jawa Timur dengan Top English Indonesia dan dilanjutkan dengan Peluncuran Website Resmi Himpaudi Pengurus Wilayah Jawa Timur. 



Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta secara serentak mengikuti Tes Pemetaan Kemampuan Dasar (TPKD) untuk mengetahui level atau kemampuan dasar Bahasa Inggris masing-masing. Hasil tes ini menjadi dasar bagi peserta untuk mendaftar sebagai peserta belajar Bahasa Inggris Online melalui website topenglish.id. Peserta yang berada pada level tertentu akan mendaftar untuk belajar pada level berikutnya, memastikan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan individu.

Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Himpaudi Provinsi Jawa Timur dengan Top English Indonesia, sebuah lembaga pelatihan dan sertifikasi Bahasa Inggris yang telah terpercaya. Materi pelatihan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan guru PAUD dalam mengajarkan Bahasa Inggris secara kreatif dan menyenangkan kepada anak usia dini.




Sebagai program Training of Trainers (TOT), peserta yang hadir hari ini akan menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Mereka akan bertindak sebagai pelatih atau asisten pelatih dalam kegiatan pelatihan serupa yang akan diselenggarakan di masing-masing Kabupaten/Kota. Pelatihan lanjutan tersebut nantinya akan diikuti oleh guru-guru PAUD di seluruh wilayah Jawa Timur.


Kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Setiap peserta secara otomatis terdaftar sebagai peserta belajar Bahasa Inggris Online yang dapat diakses melalui website topenglish.id. Program ini memungkinkan peserta untuk terus mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris mereka secara mandiri dan terstruktur.


Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan kemampuan Bahasa Inggris guru PAUD di Jawa Timur dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas dan menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.


Himpaudi Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan.




Jumat, 10 Januari 2025

Peletakan Batu Pertama Rumah Perjuangan Himpaudi Jatim

 

Peletakan Batu Pertama Rumah Perjuangan Himpaudi Jatim

Bismillah, inilah prosesi peletakan batu pertama Rumah Perjuangan Himpaudi Jatim yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah Himpaudi Jatim, Imam Mahmud, S.Sos, M.Pd.I, Hari Jumat, 9 September 2016 jam 9 pagi.

Bismillahirrohmanirrohim, Kami atas nama Laskar Himpaudi se-Jawa Timur pada hari ini, Jumat jam 9 tanggal 9 bulan 9 tahun 2016 dengan kebersamaan meletakkan batu pertama untuk Rumah Perjuangan Himpaudi Jawa Timur.

Semoga kita menjadikan rumah ini sebagai semangat berjuangan dan terus mengabdi memberdayakan serta memberi nilai lebih dalam setiap usaha kita semua.


PAUD Adalah Solusi Masalah Gizi Nasional

 

Seminar Nasional Himpaudi

Oleh : Prof. Dr. Ir. Netti Herawati MSi Ketua Umum PP Himpaudi

Gizi adalah hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi seperti yang diamanatkan Undang-undang Perlindungan Anak tahun 2002. Ini karena, gizi penentu kualitas SDM untuk saat ini dan selanjutnya. Sehingga gizi dijadikan indikator indeks Human Development Index (HDI) atau rangking kualitas negara di dunia.

Otak tumbuh kembang pesat diperiode usia 0-6 tahun. Saat lahir, besar otak baru mencapai 25 persen otak dewasa. Saat dua tahun mencapai 70 persen otak dewasa dan pada usia 5 tahun mencapai 90 persen otak dewasa. Otak akan tumbuh jika bahan pembentuk otak “zat gizi” tersedia dalam jumlah dan mutu yang cukup. Asupan gizi seimbang dari konsumsi beragam pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup.

Gizi bukan saja penentu struktur otak, tapi juga kerja otak. Otak bekerja membutuhkan glukosa, air, oksigen, zat gizi mikro dan makro. Terdapat 70 Neurotransmitter dalam kerja otak

Usia dini (0-6 tahun) disebut The Golden Years karena hanya singkat, tapi kritis dan menentukan seumur hidup manusia. Bahkan, bersifat permanen yang sulit diperbaiki paska usia ini. Sedihnya, masih banyak orang beranggapan investasi dibidang gizi tidak berdampak terhadap investasi ekonomi.

Padahal, perbaikan gizi adalah upaya pengentasan kemiskinan yang bersifat sangat fundamental. Baiknya status gizi pada anak usia dini ini akan menghasikan SDM cerdas, sehat dan produktif dimasa yang akan datang.

Pada saat usia sekolah, anak menggunakan dana pendidikan dengan efektif karena terhindar dari drop out bahkan berprestasi dengan baik. Anak tidak mudah sakit sehingga pemerintah dapat menekan dana subsidi terhadap kesehatan.

Pada saat usia kerja, produktivitas meningkat sehingga roda perekonomian negara juga berputar kencang. Kemalasan dan rendahnya kreativitas dapat dieliminir baik pada saat sekolah maupun bekerja. Jangan lupa, kekurangan gizi dapat menyebabkan loyo, mengantuk, konsentrasi menurun, otak bekerja tulalit karena ketiadaan neurotransmitter yang bekerja menyampaikan pesan.

Bahayanya lagi kekurangan gizi dapat menyebabkan orang tempramental, tidak terkontrol dalam bertindak, cepat panik, dan mengamuk. Saat ini, banyak negara sudah memperhatikan perhatiannya pada pengembangan anak usia dini. Terutama, sejak kajian membuktikan pengembalian keuntungan investasi (benefit-cost) yang tinggi terbesar justru pada pengembangan anak usia dini.

Layanan yang diberikan kepada anak-anak sejak dini akan mendorong anak bersekolah, meredam angka kriminalitas, meningkatkan produktifitas kerja dan mengurangi kehamilan remaja. Layanan-layanan ini diprediksi akan mampu menghasilkan tingkat pengembalian keuntungan investasi (benefit- cost) yang tinggi (Heckman, 2008).

Cukup besar tantangan gizi saat ini mengingat data Riskesdas menunjukan gizi kurang 17,9 persen pada tahun 2010 meningkat menjadi 19,6 persen pada tahun 2013; sepertiga anak stunted.

Status gizi berkorelasi negatif dengan kecerdasan bahkan kekurangan gizi pada usia 0-2 tahun bersifat permanen. Selain masalah gizi kurang, pada saat bersamaan Indonesia juga mengalami gizi ganda. Terdapat 11,9 persen anak balita yang gemuk.

Pendidikan gizi di Lembaga PAUD menjadi upaya penting untuk pembentukan kebiasaan dan perilaku makan yang baik dan ini akan dapat menetap seumur hidup anak tersebut. Berbagai hasil penelitian telah menunjukan bahwa pendidikan gizi dapat dilakukan di lembaga PAUD (Singleton et all, 1992; Lee, et all, 1984; Park, et all, 2009).

Tujuan pendidikan nasional pada Pasal 3, UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Lebih lanjut Pasal 1, ayat 14, UU No.20/2003 menyebutkan: Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Turunan dari UU Sisdiknas ini adalah Standar PAUD dan Kurikulum PAUD yang tertuang pada Permendikbud 137/2014 dan Permendikbud 146/2014. Pada Standar PAUD dan Kurikulum PAUD ini, telah ditetapkan gizi dan kesehatan sebagai salah satu standar Tahap Pencapaian Perkembangan Anak di lembaga PAUD sehingga para guru PAUD diwajibkan harus memiliki kompetensi pengasuhan, perawatan dan pendidikan yang berkenaan dengan gizi dan kesehatan. Sehingga, ini menjadi ketentuan yang harus dipenuhi dalam akreditasi PAUD dan Uji Kompetensi Guru PAUD. Namun kenyataan di lapangan menunjukan rendahnya pengetahuan, sikap dan keterampilan gizi serta kesehatan pendidik PAUD.

Penulis pada tahun 2014 telah melakukan Uji Kompetensi Gizi Guru PAUD yang melibatkan 1.141 guru PAUD di seluruh kabupaten/kota. Hasil UKG ini amat mengagetkan. Ini karena hanya 69 guru dari 1.141 guru PAUD nilai ijian teori berkisar dari skor 52-62 dan ujian praktik berkisar dari 34,2-44,6.

Selanjutnya penulis melanjutkan penelitian pada tahun 2015 yang melibatkan 12.518 anak usia dini peserta didik di lembaga PAUD. Sejalan dengan kompetensi pendidik PAUD yang di bawah standar, hasil penelitian menunjukan juga rata-rata persentase anak yang lembaga PAUD-nya melaksanakan program gizi dan kesehatan relatif masih rendah hanya 36 persen saja.

Penelitian ini hanya menanyakan keberadaan program gizi dan kesehatan saja belum melihat mutunya. Sehingga muaranya adalah mutu konsumsi anak usia dini ini. Hasil penelitian tersebut menunjukan proporsi anak yang mengonsumsi pangan hewani 39,9 persen, pangan nabati 5,15 persen, sayur dan buah 18,3 persen. Berdasarkan mutu keragaman konsumsi menunjukan proporsi anak dengan keragaman yang buruk 32,6 persen, kurang 67,1 persen dan hanya 0,3 persen saja yang bermutu baik.

Hal yang amat menggembirakan saat ini adalah perkembangan PAUD yang amat pesat meningkat. Tercatat tahun 2016 jumlah PAUD 190.238 lembaga dan pada tahun 2017 ini meningkat menjadi 224.922 PAUD. Hampir 100 lembaga terbentuk setiap hari. Ini sebuah harapan untuk mengatasi masalah gizi ganda yang dihadapi saat ini. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, maka bonus demografi akan berpotensi negatif menjadi beban bangsa di masa depan.

Setiap anak terlahir putih suci. Begitu juga dengan perilaku makan, food style, food habbit, eating habit. Anak melalui penglihatan, pendengaran dan pengalaman setiap detiknya dengan orang-orang dan lingkungan sekitarnya akan membangun pola makan anak.

Guru PAUD dengan enam tugas pentingnya yaitu merencanakan, melaksanakan, menilai pembelajaran, membimbing, mengasuh dan melindungi, berpotensi besar untuk mewujudkan anak dengan healthy eating habit sepanjang guru PAUD kompeten dan lingkungan pendidikan layak. Mengingat yang dimaksud PAUD adalah formal, non formal juga informal (PAUD di keluarga), maka peningkatan kompetensi guru PAUD di lembaga PAUD dan keluarga di rumah menjadi penting.

Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) yang memiliki 100 persen perwakilan di provinsi, di 91 persen kabupaten/kota, dan 73 peren di kecamatan dengan visi ‘Menjadi Organisasi Profesional dan mandiri untuk mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang kompeten, berkualitas dan bermartabat pada tahun 2025’, terus membina kompetensi Gizi dan Kesehatan kepada anggota yang berjumlah 385.304 PTK PAUD di Indonesia melalui kegiatan Gerakan Nasional HIMPAUDI Melatih (Gernapatih).

Berbagai strategi telah dan terus dilakukan melalui seminar, pelatihan calon pelatih juga pelatihan langsung pada guru. Ini karena guru bukan hanya mendidik anak-anak usia dini, tapi juga melakukan parenting pada keluarga sehingga terbangun sambung belajar di PAUD dan di rumah.

Dipublikasikan juga di Republika.co.id


Tasyakuran dan Soft Launching Rumah Perjuangan Himpaudi Jatim

 

Tasyakuran dan Soft Launching Rumah Perjuangan Himpaudi Jatim, Kamis (15/06). Dok. Himpaudi Jatim

Surabaya – Alhamdulillah, perjuangan dan usaha kita semua dalam rangka mewujudkan adanya Rumah Perjuangan perlu banyak kita syukuri dan terus dijadikan sebagai pendorong semangat bagi kita.

Seluruh pengurus dan perwakilan dari masing-masing pengurus Himpaudi Kabupaten Kota menjadi saksi Soft Launching Rumah Perjuangan Himpaudi Jatim yang dikemas dalam kegiatan tasyakuran dan buka bersama pada hari Kamis, 15 Juni 2017 lalu.

Dan sepatutnya kita semua terus menjadikan rumah ini untuk terus mengabdi dan bersemangat untuk memberdayakan dan memberi nilai lebih dalam setiap usaha kita semua. (ch)


Imam Mahmud: Insentifnya Minimalis, Peranannya Maksimalis

 

Sejumlah anak-anak PAUD lakukan gerakan senam. Foto-Dok. TubanKab (Nanang W)

Anak merupakan investasi yang terbaik, namun pada kenyataannya selama ini masih banyak orangtua yang abai terhadap pendidikan anak. Buktinya, banyak di antara mereka yang cenderung lebih memperhatikan telepon selulernya daripada pendidikan anak-anaknya.

“Dari bangun tidur sampai mau tidur kita perhatikan telepon seluler. Lalu kapan waktu untuk anak-anak kita?,” tanya Ketua Himpunan Anak Usia Dini (Himpaudi) Wilayah Jawa Timur Imam Mahmud,S.Sos, M.Si saat memberikan sambutan pada acara Gebyar PAUD dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Himpaudi ke-12 dan Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724 di Alun-alun Kota Tuban, Selasa (31/10).

Melalui acara ini, Mahmud mengajak seluruh orangtua, agar menjadikan acara ini sebagai momentum gerakan 18:21, yakni gerakan tanpa telepon seluler mulai dari pukul 6 sore hingga 9 malam. Selaras dengan itu, imbuhnya, Himpaudi pusat membuat 3 gerakan yakni, pendidikan keluarga, gerakan PAUD berkualitas, dan gerakan pembelajaran aku anak jujur.

Di hadapan kurang lebih 3.284 peserta didik PAUD beserta orangtuanya, Mahmud juga menyampaikan, kendati bersumber dana dari kas mandiri, acara ini berlangsung sangat meriah. Namun, terang Mahmud, tidak menutup harapan dari segenap pengurus Himpaudi agar untuk tahun-tahun selanjutnya pemerintah daerah bisa turut andil dalam pembiayaannya.

“Acara tahun ini bisa meriah, semoga tahun depan bisa difasilitasi oleh pemda,” harapnya.

Tak hanya itu, Mahmud juga mengutarakan pujian setingi-setinggnya untuk 1.758 pendidik PAUD yang hadir di acara tersebut. Sebab, guru-guru PAUD adalah sosok yang luar biasa. Meski mereka dalam kondisi yang serba terbatas, tetap mampu memberikan dedikasi tinggi bagi anak negeri.

“Jangan berkecil hati saudaraku, hakikatnya guru PAUD gajinya adalah Rp. 3 juta, yang kita tabung di surga senilai Rp. 2,9 juta. Saat ini kita baru menerima Rp. 100 ribu,” ujar Mahmud.

Kendati masih dalam kondisi yang serba terbatas, Mahmud meminta kepada seluruh guru PAUD untuk tetap berikhtiar meningkatkan kompetensi. Dan hal itu, harus dilakukan demi memberikan pembekalan ilmu bagi anak-anak.

Apa yang dilakukan oleh Himpaudi pusat, terang Mahmud, dikarenakan untuk saat ini Indonesia telah dirundung banyak masalah, termasuk dekandensi moral dan korupsi.

Di akhir sambutannya, Mahmud meminta kepada Pemkab Tuban untuk memperhatikan kesejahteraan para guru PAUD, lantaran dengan insentif yang minimalis, mereka mampu berperan maksimalis, dan sebagai guru yang keramat, namun tidak keramut (terawat).

Sumber : TubanKab.go.id


Saya Himpaudi, Saya Indonesia, Saya Pahlawan PAUD

 

Ketua himpaudi wilayah Jawa Timur Imam Mahmud, S. Pd. M. P.dI. Foto-NewsIndonesia

PASURUAN, (News Indonesia) – Himpunan Pendidik PAUD Seluruh Indonesia (Himpaudi)
Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menyelenggarakan pertemuan rutin triwulan pengurus daerah dan pengurus wilayah se Propinsi Jawa Timur di pemandian alam untung suropati Kecamatan Gondang wetan Kabupaten setempat.

Acara tersebut dimulai pukul 10:00 WIB yang dihadiri ketua Himpaudi wilayah Jawa Timur Imam mahmud, S.Pd. M.P.dI, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf beserta bunda paud Kabupaten Ny Lulis Irsyad Yusuf, Dinas pendidikan, Ketua IGTKI, Ketua IGRA, IPI, Penilik sekecamatan serta bunda Paud Se Kecamatan.

Dalam sambutanya, ketua Himpaudi wilayah Jawa Timur tetap memberi semangat para pendidik paud non formal biarpun honornya sangat minim.

“Saya Himapaudi, saya indonesia, saya pahlawan PAUD,” katanya serentak diikuti oleh pendidik PAUD.

Penyelenggara yang sekaligus ketua Himpaudi Kabupaten Pasuruan saat diwawancarai crew news indonesia Yayuk setyo hartini, S.Pd AUD mengatakan, sangat mengapreasi kegiatan rutin ini walaupun sempat vakum 3 periode kosong dikarnakan kurang siapnya kabupaten lain.

“Acara kami kemas jadi satu dengan hari pahlawan, biar para pendidik tahu dan bisa meneruskan perjuangan para pahlawan dengan sungguh sungguhdalam pengabdian, tidak boleh mudah putus asa, tetap semangat untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

Walaupun PP 19 belum berpihak pada para pendidik/guru paud non formal, tapi suatu saat nanti, guru paud akan mulia dan akan sejahtera.

“Hidup himpaudi bersama kita bisa,” tuturnya.

Diantara 1800 pendidik paud yang hadir ibu Yusi Suswanti, S.Pd AUD dari kabupaten Blitar saat wawancara pada media ini pertemuan rutin ini sangat bagus, hanya sedikit sebagai catatan yaitu waktu.

Karena kita jauh dari beberapa daerah sepropinsi jawa timur 38 kabupaten/kota berangkat sudah malam, kedepanya acara pertemuan seperti ini dimulai lebih awal dan harapan kami mewakili teman teman pendidik paud kedepanya nanti adanya perhatian yang lebih dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Untuk semakin memperhatikan kesejahteraan para pendidik yang sangat luar biasa ini. Dengan belum dianggapnya sebagai pendidik (PP 19) karena tugas dan kewajibanya sama dengan sama dengan pendidik formal pada umumnya,” tandasnya. (Rahmat/jie)

Sumber : NewsIndonesia.co.id

Kualitas Guru PAUD Harus Ditingkatkan

 

Wagub Jatim Pada Acara Seminar Nasional PAUD di Pendopo Kab Tuban. Dok. Biro Humas Jatim

Dalam rangka mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas sejak usia dini, maka kualitas guru yang mengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) harus ditingkatkan. Peningkatkan kualitas ini penting dilakukan, sebab selain memperbaiki metode pengajaran tapi juga akan meningkatkan kesejahteraannya.

“Kedepan sesuai undang undang (UU) yang ada guru PAUD harus mendapat pelatihan yang sesuai, jika perlu disekolahkan agar bisa memiliki sertifikat,” ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf pada acara Seminar Nasional PAUD Kab. Tuban Tahun 2017, di Pendopo Kab. Tuban, Sabtu (18/11).

Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim menjelaskan, Pemprov Jatim saat ini telah memiliki program menyekolahkan guru-guru Madin. Oleh sebab itu, program pelatihan untuk guru PAUD ini harus segera dibuat karena banyak guru PAUD yang belum memiliki latar belakang pendidikan usia dini. “Memang pelaksanaannya akan secara bertahap sesuai anggaran yang ada, jadi nantinya jika belum bisa sekolah maka bisa mengikuti pelatihan sesuai rencana yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini memang minimnya tunjangan bagi guru PAUD masih menjadi kendala. Namun demikian baik pemerintah daerah maupun provinsi secara bertahap berupaya menaikkan tunjangan yang ada. Karenanya, Pemprov Jatim terus mendorong kebijakan pemerintah pusat untuk bisa menggunakan dana desa untuk keberadaan PAUD di desa masing-masing. Dicontohkan, di Kab. Tuban perhatian terhadap guru PAUD cukup luar biasa, ini terbukti tunjangannya terus meningkat dari tahun ke tahun. “Bupati hendaknya mengatur agar semua PAUD di desa memiliki insentif yang seimbang sesuai aturan yang berlaku, dan tentunya pemerintah provinsi akan mengawalnya,” terang Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, Pemprov Jatim saat ini juga masih terus mencari solusi sesuai perundangan yang berlaku. Solusi ini diperlukan agar bisa melahirkan kebijakan yang akan terus menumbuhkembangkan PAUD yang ada di Jatim. Kebijakan ini termasuk dalam hal penataannya serta pemberian anggarannya. “Kami akan terus memaksimalkan kebijakan pak Gubernur soal PAUD desa, agar semua PAUD dapat menjalankan anggaran sesuai peraturan yang berlaku,” imbuhnya.

Terkait peraturan menteri perihal kabar penyebutan guru PAUD, Gus Ipul menjelaskan, saat ini pemerintah masih terus berusaha agar bisa dikembalikan seperti semula. Memang kabar ini merupakan kabar duka bagi semua guru PAUD, namun apapun sebutannya guru PAUD adalah seorang pembimbing seluruh anak PAUD yang mulia. “Usaha untuk merubah aturan tersebut kabarnya telah membuahkan hasil. Oleh karena itu saya harap guru-guru PAUD tetap maksimal dalam mengajar anak-anak, apapun identitasnya,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Jatim memiliki jumlah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terbanyak di Indonesia. Menurut data dari Kemdikbud jumlah tepatnya yakni 44.798 dari total 227.337 PAUD yang tersebar di Indonesia. Sedangkan jumlah total siswa PAUD di seluruh JATIM sekitar 1,3 juta anak. Namun demikian, dari 33 juta anak usia dini yang ada di Indonesia baru 5,36 juta anak yang mendapatkan layanan PAUD. Padahal berdasar survei anak yang mendapat layanan PAUD, terbukti menunjukkan perkembangan kognitif, dan sosio emosional lebih baik dibanding yang tidak mendapat layanan tersebut. “Ini menunjukkan bahwa keberadaan pendidikan PAUD sangat penting bagi anak-anak khususnya usia 0 sampai 8 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda menyampaikan, kegiatan seminar untuk guru PAUD ini rencananya akan diagendakan rutin. Ini penting dilakukan, karena untuk meningkatkan kualitas masyarakat hanya bisa dilakukan dengan pendidikan sejak dini. Apalagi, Kab. Tuban masuk dalam 10 kabupaten yang angka buta aksaranya masih tinggi di Jatim. “Semua cara baik jangka pendek maupun jangka panjang terus kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas masyarakat Kab. Tuban,” tukasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh serta 4880 orang peserta yang merupakan guru gabungan dari Ikatan Guru Raodhotul Athfal (IGRA), Ikatan guru taman kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) se Kab. Tuban. Turut hadir Wabup Tuban Noor Nahar Husein, Forkopimda Kab. Tuban, serta Prof. Dr. M. Nuh, DEA selaku narasumber. (Humasprovjatim:dwi)

Sumber : Biro Humas Pemrov Jatim

Raker Penajaman Program Kerja Laskar PW Himpaudi Jatim 2018

 

Drs. Totok Isnanto Memberi wejangan , arahan tentang organisasi dan perjuangan PAUD, Sabtu (27/01). Foto-Dok. Himpaudi Jatim

Surabaya – Dalam rangka melakukan penajaman program kerja Laskar Pengurus Wilayah Jawa Timur tahun 2018 serta optimalisasi kegiatan di rumah perjuangan, dilakukan rapat kerja (raker) pada hari Sabtu, 27 Januari 2018.

Selain para pengurus, kegiatan ini dihadiri juga dihadiri oleh ketua BAP PAUD dan PNF Drs. Totok Isnanto yang memberikan wejangan, arahan tentang organisasi dan perjuangan PAUD.

Selain itu, Drs. Totok Isnanto juga menyampaikan berbagai informasi terbaru terkait akreditasi PAUD dan PNF di Jawa Timur tahun 2018. (ar)


Lomba Blog Pendidikan Keluarga

 


Perkembangan teknologi dan komunikasi memberikan tantangan dalam pendidikan anak di zaman sekarang. Besarnya jumlah pengguna internet dari kalangan pelajar perlu menjadi perhatian bagi dunia pendidikan. Berbagai konten terdapat dalam internet baik positif maupun negatif. Penyalahgunaan internet seperti mengakses konten negatif akan berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, penyalahgunaan teknologi dan komunikasi juga dapat mengakibatkan berbagai permasalahan dalam perilaku anak misalnya kecanduan game, bullying, motivasi belajar yang menurun dan lain-lain.

Tantangan dalam pendidikan anak di masa kini perlu disikapi bersama. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan perlu ditingkatkan sehingga akan mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak. Hal ini didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidik.

Media digital menjadi salah satu sarana penyebarluasan informasi yang berkembang pesat saat ini. Internet kini menjadi sumber utama mendapatkan informasi bahkan mengalahkan surat kabar. Lomba blog merupakan salah satu strategi untuk sosialisasi dan edukasi tentang pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan anak di masa kini.

Dengan lomba blog, informasi mengenai pendidikan keluarga akan mudah didapatkan. Selain itu, akan memberikan kemudahan bagi keluarga dalam berbagi pengetahuan dan praktik baik tentang pendidikan anak yang telah dilakukan. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib, efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka disusunlah Pedoman Lomba Blog Pendidikan Keluarga.

Lomba Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2018 diperuntukkan bagi para blogger yang menulis tentang Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian.

Pedoman Lengkap untuk mengikuto Lomba Blog Pendidikan keluarga bisa dibaca di sini.

Pedoman Lomba Blog Pendidikan Keluarga Tahun 2018 diharapkan dapat menjadi panduan bagi peserta lomba dan penyelenggara. Informasi tentang penyelenggaraan lomba ini disebarluaskan melalui media massa, laman, media sosial (termasuk mailing list), dan surat elektronik. Dengan demikian para jurnalis dan masyarakat umum mengetahui mekanisme lomba dan penilaiannya. Seluruh tulisan yang masuk dinilai oleh tim juri secara obyektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. (cs)

Sumber : Sahabat Keluarga Kemdikbud RI

Lagu: Bacakan Aku Buku – Gernas Baku 2018

 

Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas BAKU) adalah suatu gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga Indonesia dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di lembaga PAUD, dan masyarakat.

Berikut ini ada sebuah lagu berjudul “Bacakan Aku Buku” yang merupakan ide dari Bunda Netti Herawati (KaHimpaudi) dengan Syair & lagu oleh Bunda Herry Pujiastuti, diaransemen dan dinyanyikan oleh Bunda Risa Findiari.



UNESCO Akui dan Beri Penghargaan pada Diklat Berjenjang Pendidik PAUD Indonesia

 


The Diklat Berjenjang project from Indonesia is rewarded for bringing quality professional development to early childhood teachers, notably in the poorest and most remote areas. It helps meet Indonesia’s need for teachers skilled in creating stimulating learning environments for young learners. It helps identify potential teacher trainers and provides step-by- step written guides, follow-up assignments and exchanges.

Badan atau organisasi otonom dan independen dunia di PBB untuk pendidikan, keilmuan dan kebudayaan pada bulan Maret 2018, mengakui dan memberi penghargaan untuk diklat berjenjang bagi Pendidik PAUD di Indonesia diantara 4 negara penerima penghargaan ( Chile, Inggris dan Irlandia Utara ) yang memiliki program berkualitas bagi peningkatan kualitas dan profesionalisme guru- guru serta telah dipilih dan dinilai dari 150 anggota UNESCO.

Kegiatan Diklat Berjenjang ( bagi Pendidik PAUD ) dari Indonesia dihargai ( UNESCO ) karena membawa pengembangan profesional yang berkualitas kepada para guru anak usia dini, terutama di daerah-daerah termiskin dan terpencil. Diklat berjenjang bagi Pendidik PAUD membantu memenuhi kebutuhan Indonesia akan guru yang terampil dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat menstimulasi (perkembangan ) bagi anak/murid usia dini. Diklat berjenjang bagi Pendidik PAUD membantu mengidentifikasi kebutuhan pelatih (guru) potensial dan memberikan panduan tertulis langkah demi langkah, penugasan tindak lanjut dan pertukaran. Selengkapnya baca link UNESCO.

Penghargaan tersebut, bagi organisasi pegiat PAUD terlebih bagi HIMPAUDI Jawa Timur yang terlibat sejak 2009 tentu saja memiliki arti penting dan legitimasi yang kuat sekaligus menjawab berbagai keraguan atau kesanksian terhadap keberadaan diklat berjenjang itu sendiri.

HIMPAUDI Jawa Timur bersama dengan direktorat GTK PAUD dan Dikmas (d/h PPTK PAUD ) sejak tahun 2011 telah secara masif melaksanakan program diklat berjenjang bagi Pendidik PAUD di Jawa Timur khususnya untuk peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru-guru PAUD dalam mendidik anak-anak usia dini.

Sampai saat ini tidak kurang dari 30.000 alumni diklat berjenjang di Jawa Timur baik melalui program bansos, banpem, APBD daerah maupun terutama yang paling banyak swadaya dari pendidik PAUD telah banyak di selenggarakan oleh HIMPAUDI Kab.Kota di Jawa Timur. ()

Perubahan Juklak, SPO, dan Tugas Mandiri Diklat Berjenjang Pendidik PAUD Sesuaikan dengan Pola GCD

 

Direktorat PGTK PAUD dan Dikmas sejak bulan Maret 2018 telah menandatangani dan menerbitkan pedoman /juklak, SOP Diklat dan SOP tugas mandiri diklat berjenjang bagi guru PAUD yang baru. Diklat berjenjang bagi Guru PAUD telah dilakukan penyesuaian dan penyempurnaan dengan pendekatan pola GCD ( Generasi Cerdas Desa ).

Seperti diketahui bersama diklat berjenjang bagi pendidik PAUD yang telah berjalan sejak tahun 2009 dan secara masif disosialisasikan secara nasional melalui bansos dan swadaya tahun 2011 oleh (d/h direktorat PPTK PAUD Kemdikbud ) telah diadopsi polanya dan disempurnakan pelaksanaannya pada program peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik PAUD melalui program GCD.

Program GCD sendiri yang berjalan di Indonesia dengan pilot project 25 Kabupaten se Indonesia sebagai tindak lanjut PNPM mandiri pedesaan dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa khususnya jenjang pendidikan anak usia dini telah melaksanakan program diklat berjenjang bagi pendidik PAUD didesa dengan dana dan fasilitasi program yang sudah diatur dan ditetapkan oleh pemerintah melalui perumusan yang berjenjang, baik fasilitatornya maupun anggarannya sedangkan kurikulum dan materinya sebagian besar mengacu pada pola diklat berjenjang yang sudah berjalan selama ini. Di Jawa Timur pelaksana program GCD dengan diklat berjenjang untuk pendidik PAUD dilakukan pada Kabupaten Malang, Trenggalek dan Kabupaten Nganjuk.

Secara umum, gambaran tentang pola baru diklat berjenjang bagi pendidik PAUD tersebut, terbagai atas 4 tahapan kegiatan yaitu : (1) tatap muka (2) tugas mandiri, (3) Kunjungan Belajar Lapangan/KBL dan, (4) kegiatan di gugus PAUD. Training provider HIMPAUDI Jawa Timur tentu menyambut baik penyesuaian dimaksud, apalagi bagian dari pedoman SOP tata administrasinya yang digunakan juga merupakan bagian dari karya laskar HIMPAUDI Jatim.

Selengkapnya terutama bagi HIMPAUDI Kab./Kota yang akan menyelenggarakan diklat berjenjang bagi guru PAUD, harus mengikuti dan menyesuaikan dengan pedoman / juklak, SOP diklat dan SOP tugas mandiri yang baru sebagaimana detailnya dapat diunduh pada link berikut dibawah ini.

  • Pedoman / Juklak Diklat Berjenjang Baru, unduh di sini
  • SOP Pelaksanaan Tugas Mandiri Baru, unduh di sini
  • SOP Penilaian Diklat Berjenjang Baru, unduh di sini