Tampilkan postingan dengan label berita jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita jatim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2025

MoU Peningkatan Kualifikasi GURU PAUD Jatim antara UMSIDA Sidoarjo dengan PW HIMPAUDI Jatim Resmi di tandatangani


Sidoarjo, 21 Mei 2025, Dr. Hidayatulloh. M.Si,  Rektor Universitas Muhammadiyah  Sidoarjo bersama dengan Galih Waskito, S.Pd. Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Provinsi Jawa Timur, Sepakat menandatangani  Memorandum of Understanding (MoU). Nota kesepahaman terkait penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi meliputi; Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, ini akan diatur lebih detail selanjutnya dalam Memorandum of Agreement (MoA). Penandatangan nota kesepakatan dilakukan di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang  beralamatkan di Jalan Mojopahit No.666 B, Sidowayah, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur 61215,

Hadir dalam penandatangan MoU mendampingi Rektor UMSIDA adalah Wakil Rektor I, II dan III, Dekan FPIP, Kepala Sekretariat Universitas, Kepala LKUI,.Kaprodi PG PAUD, dan Kaprodi S2 Pendidikan Dasar, Sedangkan ketua PW HIMPAUDI Jawa Timur didampingi oleh Wakil Ketua II Biro Pendidikan Palatihan dan Penelitian Pengembangan (Bpk Heriyanto, S.Pd). Dalam sambutannya Rektor UMSIDA Menyampaikan " Siturrahmi hari ini merupakan bagian dari pertemuan pertemuan dan diskusi sebelumnya antara UMSIDA dengan HIMPAUDI sehingga menghasilkan kesepahaman dan iktikat baik untuk bersama sama meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan di Jawa Timur, terutama di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). dengan kualitas guru yang baik, maka akan berpengaruh pada kualitas pembelajaran dan hasil yang dicapai oleh peserta didik dan berpengaruh juga pada mutu satuan pendidikan di Jawa Timur". Dan ketua PW HIMPAUDI Jawa Timur dalam dalam sambutannya, meyampikan " Sekitar 35.000 GTK PAUD Nonformal di Jawa Timur sebagian besar belum mimiliki kualifikasi pendidikan S1 PAUD, mereka belum mampu dan belum memiliki akses untuk kuliah S1 PG PAUD, maka dengan Pragram RPL ini merupakan terobosan bagi meraka dapat kesempatan untuk linier, , dan kegiatan hari ini merupakan bagian dari perjuangan kami untuk kesetaraan dan kesejahteraan guru PAUD Nonformal, kerena sebagai syarat untuk bisa setara dan sejahtera adalah memiliki standar kuliafikasi S1 PAUD". 


 Sesudah penandatangan MoU dilanjutkan dengan penandatanganan MoA  Program RPL S1 PG PAUD, dan MoA Magister Pendidikan Dasar oleh Dekan FPIP (Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd) dengan ketua PW. HIMPAUDI Jatim. dilanjutkan dengan diskusi dari kedua belah pihak untuk keberlangsungan nota kesapatakan di masa - masa yang akan datang. Dokumen foto


Published
by:

Biro Diklat Litbang PW HIMPAUDI Jatim




Sabtu, 03 Mei 2025

WORKSHOP COMPUTATIONAL THINKING UNTUK GURU PAUD

Peristiwa yang tidak akan terlupakan tepatnya di hari Rabu 30 April 2025, di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, pendidik tenaga kependidikan dan pengelola PAUD  dari 6 kab. kota (kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan dan Kab. Sumenep) sebanyak 413gtk. berkumpul bersama sama meningkatkan kompetensi melalui kegitan "Workshop Computational Thinking" unuk guru pendidikan anak usia dini. kegiatan di hari tersebut merupakan kelanjutan kegiatan dari hari sebelumnya yang dilaksanakan dengan moda dalam jaringan (daring).

Hadir dalam kegiatan ini : Bpk Galih Waskito, S.Pd, (ket. PW. HIMPAUDI Jatim), di dampingi Biro diklat dan Litbang (Bpk. Heriyanto, S.Pd) dan beberapa pengurus wilayah lainnya, dalam sambutannya Bpk Ket. PW Jatim menyampaikan terimakasih kepada Bebras Biro Universitas Widya Gama Malang  yang telah memberikan kesempatan kepada GTK PAUD Jatim untuk meningkatkan komptensinya melalui kegiatan WCT dengan 0% pembiayaan, kegiatan di BBPMP hari ini merupakan tahap ke 8 yang sudah di selenggarakan  oleh Bebras UWG bekerjasama dengan HIMPAUDI,  Beliau juga mengharap program ini bisa berlanjut ke tahun 2026.

Kota Surabaya merupakan tuan rumah dari kegiatan WCT kali ini, dalam laporannya yang disampaikan langsung oleh 1bu Widyani Kusumayanti, S. Psi, Psikolog.  "saya merasa bersyukur . Dengan adanya program WCT ini, kami banyak mendapatkan ilmu tentang Computational thinking. Workshop ini akan menambah kemampuan kami dalam membimbing anak anak usia dini, bagaimana nantinya anak anak bisa memecahkan masalah, berpikir kritis dan menganalisa dengan menggunakan teknologi. Dengan kesempatan Surabaya  menjadi tempat terselenggaranya WCT Surabaya Raya, merupakan suatu kebanggaan bagi Kami (PD Surabaya). Kami berusaha memberikan yang terbaik tuk mensukseskan program WCT Surabaya Raya" 

Ibu Fitri pangggilan akrabnya perwakilan dari UWG Malang menyampaikan " keberuntungan kepada 413 GTK PAUD di 6 kabupaten- kota (kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan dan Kab. Sumenep) karena tidak semua guru berkesempatan bisa mengikuti WCT. Beliau juga menuturkan bahwa Computational Thinking ini sudah bersertifikat Internasional dan bangga atas Himpaudi kerena sudah bekerjasama mulai tahun 2023 sampai tahun 2025 WCT di Mojokerto Raya sudah mensertifikasi sebanyak 1959 GTK. 

WCT Surabaya Raya juga di meriahkan dengan kehadiran 6 Pengurus Daerah Himpaudi ( Kak Widya PD Kota Surabaya, Siti Aisyah PD Kab. Gresik, Ibu Ninik PD Kab. Bangkalan, Bpk Rosul PD Kab. Sampang, Ibu Andri Yani PD Kab. Pamekasan, dan Ibu Mutmainnah PD Kab. Sumenep)


Diposting Oleh:

Biro Diklat Litbang PW Jatim 

Sabtu, 05 April 2025

PEMBAGIAN PARCEL HARI RAYA TAHUN 2025

 

ADMIN WEB HIMPAUDIPW

1.       Cara Login

2.       Cara Mengubah Isi Halaman

3.       Cara Membuat Postingan Baru

4.       Cara Memberi Label Sesuai Peruntukan

5.       Cara Membuat/Mengubah Menu Samping

6.       Cara Mengubah Navigasi




Selanjutnya ...





Kamis, 27 Maret 2025

MUSABAQOH TILAWATIL QUR’AN (MTQ) HIMPAUDI JAWA TIMUR 2025 SUKSES DIGELAR

 


Surabaya, 27 Maret 2025 – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Pengurus Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun 2025 secara virtual via Zoom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, mengasah kemampuan tilawah, serta mempererat ukhuwah islamiyah antar anggota HIMPAUDI se-Jawa Timur.

Tahapan Kegiatan

MTQ HIMPAUDI Jatim 2025 dilaksanakan melalui beberapa tahap:

  • 17–18 Maret 2025: Pengiriman video peserta.
  • 19–20 Maret 2025: Seleksi 10 besar.
  • 25 Maret 2025: Technical meeting untuk 10 finalis.
  • 27 Maret 2025: Final lomba dan pengumuman juara.

Kriteria Penilaian dan Ketentuan Lomba

Para peserta dinilai berdasarkan tajwid, fasohah, suara dan irama, adab dan penampilan, keutuhan bacaan, serta durasi waktu. Adapun ketentuan lomba meliputi:

  • Membaca Surah Ali Imran ayat 133–136.
  • Durasi video 5–7 menit.
  • Peserta merupakan anggota Laskar HIMPAUDI Jatim dengan menunjukkan Nomor Induk Anggota (NIA).
  • Peserta merupakan perwakilan dari Pengurus Daerah (Kabupaten/Kota) se-Jawa Timur.

Acara Final dan Penentuan Pemenang

Acara Final dihadiri oleh 17 orang dari Pengurus Wilayah dan  38 orang dari Pengurus Daerah.

Pada saat acara tersebut,  Peserta membaca Maqro' surat Al Hasyr ayat 18 dengan 3 lagu wajib.

Peserta berasal dari perwakilan 35 Kabupaten/Kota dan dipilih 10 besar sebagai finalis. Setelah melalui proses seleksi ketat oleh 3 dewan hakim, berikut para pemenang:

  • Juara 1: Husnul Khotimah (Sumenep) – Skor 95,5
  • Juara 2: Siti Hanifah (Lamongan) – Skor 94,5
  • Juara 3: Metty Muflihah (Gresik) – Skor 91,5
  • Harapan 1: Choirun Nissak (Sidoarjo) – Skor 87,5
  • Harapan 2: Siti Nur Muffikhatin (Tuban) – Skor 86,5
  • Harapan 3: Titin Nuriana (Nganjuk) – Skor 85,5

Para pemenang berhak mendapatkan total hadiah Rp 3.000.000 serta sertifikat penghargaan. Juara 1 juga akan tampil pada acara Hari Besar HIMPAUDI (HBH) PW dan PD se-Jawa Timur.

Sambutan dan Apresiasi

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Timur, Galih Waskito, S.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya perjuangan kesetaraan pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

 


Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, M.M. turut hadir memberikan apresiasi. Beliau menyampaikan, "MTQ ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari pembinaan karakter pendidik PAUD yang qur’ani, sehingga dapat meneladankan nilai islami kepada anak didik."

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota HIMPAUDI Jawa Timur untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Dibuat dan diterbitkan oleh :
Humas HIMPAUDI Jawa Timur

 

 

 


Minggu, 16 Maret 2025

Pelatihan Bahasa Inggris dan Admin Website untuk Guru PAUD Kabupaten Pamekasan Sukses Digelar


Pamekasan, 15 Maret 2025 – Sebagai bukti nyata realisasi kerjasama antara TOP ENGLISH INDONESIA dengan PW HIMPAUDI Jawa Timur, telah dilaksanakan pelatihan Bahasa Inggris untuk guru PAUD di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PD HIMPAUDI Kabupaten Pamekasan pada tanggal 15 Maret 2025 di Aula Wabup Pamekasan. Acara ini dihadiri oleh 59 peserta yang terdiri dari pengurus dan guru PAUD, serta berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

 

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Pamekasan, Bunda Andriyani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan pentingnya pelatihan ini untuk menatap masa depan pendidikan PAUD yang lebih cemerlang. Beliau menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga mengubah pola pikir konservatif menjadi lebih progresif dan siap menghadapi tantangan global.



Peserta pelatihan terlihat sangat antusias dan terinspirasi oleh penyajian materi yang dinilai "is the best". Materi yang disampaikan tidak hanya memotivasi, tetapi juga menggugah dan menantang peserta untuk berpikir lebih maju. Dalam Testimoninya, salah satu peserta mengungkapkan, “Belajar Bahasa Inggris sangat mudah dan gampang. Dengan hitungan hari, tujuh benua ada dalam genggamanku, dan aku siap menjelajahi dunia dengan Bahasa Inggris.”

 

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Kabupaten Pamekasan, sekaligus memperkuat kerjasama antara TOP ENGLISH INDONESIA dan PW HIMPAUDI Jawa Timur. Dengan semangat baru yang terinspirasi dari pelatihan ini, guru-guru PAUD siap membawa perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.



Pelatihan ini tidak hanya menjadi gerbang awal bagi peningkatan kompetensi guru PAUD dalam penguasaan Bahasa Inggris, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan admin website PD HIMPAUDI Kabupaten Pamekasan. Kedua pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru PAUD dengan keterampilan yang relevan di era globalisasi, sekaligus membuka cakrawala berpikir kritis dan inovatif.

 

Kontak Media:
Heri_Biro Diklat Litbang PW HIMPAUDI Jawa Timur

 

Jumat, 21 Februari 2025

TOT Pelatihan Bahasa Inggris bagi Guru PAUD

Jombang, 22 Februari 2025 – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Jawa Timur sukses menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pelatihan Bahasa Inggris bagi Guru PAUD di Hotel Green Red, Jombang, pada Sabtu, 22 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari Ketua Himpaudi Kabupaten/Kota se-Jawa Timur beserta satu orang pendamping, serta pengurus Himpaudi Wilayah Jawa Timur. Setiap Kabupaten/Kota mengirimkan dua orang perwakilan, yaitu Ketua Himpaudi dan satu orang pendamping.



Pelatihan ini secara resmi akan dibuka oleh Bapak Galih Waskito, S.Pd., Ketua Himpaudi Jawa Timur. Acara pelatihan diawali dengan Penandatanganan Naskah Kerjasama antara Himpaudi Pengurus Wilayah Jawa Timur dengan Top English Indonesia dan dilanjutkan dengan Peluncuran Website Resmi Himpaudi Pengurus Wilayah Jawa Timur. 



Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta secara serentak mengikuti Tes Pemetaan Kemampuan Dasar (TPKD) untuk mengetahui level atau kemampuan dasar Bahasa Inggris masing-masing. Hasil tes ini menjadi dasar bagi peserta untuk mendaftar sebagai peserta belajar Bahasa Inggris Online melalui website topenglish.id. Peserta yang berada pada level tertentu akan mendaftar untuk belajar pada level berikutnya, memastikan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan individu.

Pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Himpaudi Provinsi Jawa Timur dengan Top English Indonesia, sebuah lembaga pelatihan dan sertifikasi Bahasa Inggris yang telah terpercaya. Materi pelatihan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan guru PAUD dalam mengajarkan Bahasa Inggris secara kreatif dan menyenangkan kepada anak usia dini.




Sebagai program Training of Trainers (TOT), peserta yang hadir hari ini akan menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Mereka akan bertindak sebagai pelatih atau asisten pelatih dalam kegiatan pelatihan serupa yang akan diselenggarakan di masing-masing Kabupaten/Kota. Pelatihan lanjutan tersebut nantinya akan diikuti oleh guru-guru PAUD di seluruh wilayah Jawa Timur.


Kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Setiap peserta secara otomatis terdaftar sebagai peserta belajar Bahasa Inggris Online yang dapat diakses melalui website topenglish.id. Program ini memungkinkan peserta untuk terus mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris mereka secara mandiri dan terstruktur.


Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan kemampuan Bahasa Inggris guru PAUD di Jawa Timur dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas dan menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.


Himpaudi Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan.




Jumat, 10 Januari 2025

Ratusan Pendidik PAUD Ikuti Seminar Talents Mapping

 

Foto : www.mitrapublik.net

PROBOLINGGO — Sedikitnya 500 orang pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kabupaten Probolinggo mengikuti seminar Training of Teacher Talents Mapping yang digelar oleh Himpaudi Kabupaten Probolinggo di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo, Selasa (5/3/2019).

Kegiatan yang mengambil tema “Didiklah Anak-Anakmu sesuai dengan Tujuan Tuhan Menciptakannya” ini dihadiri narasumber pakar pendidikan Dr. HM. TAUFIQI, SP., M.Pd., CH., CHt, CI, C.NLP, CT, CMT, C.Sg (National Master Trainer-Penulis Buku Talents Mapping & Buku-Buku Best Seller). Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dewi Korina.

Selama kegiatan para peserta dibekali dengan materi bagaimana mendidik anak sesuai tujuan Tuhan menciptakannya, mengenali potensi diri sebagai modal memimpin, pemetaan potensi berbasis mimpi besar sesuai passion, 9 instrument talents mapping (graphology, NLP, body language, hypnosis, multiple intelligences, scale, personalities, passion dan observation), 7 hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih jurusan serta strategi memilih jurusan.

Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Khoirul Bariyyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu Pendidik PAUD sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembelajaran bagi anak usia dini.

“Pendidik adalah motivator bagi anak-anak untuk mendampingi proses kegiatan bermain dan belajar yang lebih menarik, nyaman dan kreatif dengan mengikuti pelatihan dan workshop semacamnya. Pendidik memerlukan tema belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan usia serta potensi yang ada di daerah masing-masing,” katanya.

Menurut Khoirul Bariyyah, para siswa di dalam sebuah kelas yang memiliki beragam potensi masih diperlakukan secara sama. Padahal sebuah kelas terdiri dari individu-individu yang berbeda. Keberbedaan ini dalam istilah pendikan biasa disebut dengan individual differences.

“Para siswa setidaknya memiliki empat jenis perbedaan yang masing-masing harusnya disikapi oleh guru secara bijaksana. Perbedaan-perbedaan tersebut terletak pada perbedaan jenis kelamin, perbedaan kecerdasan yang mereka miliki, perbedaan latar belakang keluarga dan perbedaan sosial ekonominya,” jelasnya.

Khoirul Bariyyah menegaskan, kenyataan perbedaan ini menjadikan pendidik tidak bijaksana jika memperlakukan mereka secara sama. Sebab dengan memberikan perlakuan sama, muridlah yang pada akhirnya menjadi korban. Mereka harus mempelajari sesuatu yang tidak berbasis bakatnya. Dan lebih aneh lagi, siswa yang tidak menguasai materi yang tidak sesuai bakatnya itu di klaim sebagai siswa bodoh.

“Jika sekolah tidak memetakan kemampuan para muridnya, maka para murid akan salah mengambil jurusan, karena para murid tidak ahli maka dunia kerja sulit menerima mereka, murid-murid yang tidak dipetakan kompetensinya dengan baik akan mempelajari sesuatu yang percuma sebab setelah mereka selesai sekolah sekalipun ilmu yang tidak sesuai dengan bakat, minat dan passionnya tidak akan terpakai, dampak tidak adanya pemetaan yang baik terhadap kompetensi para murid menjadikan mereka tidak happy dalam belajar,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyampaikan apresiasi kepada Himpaudi yang telah mampu mengadakan kegiatan secara mandiri. Terlebih kegiatan ini fokusnya kepada talent mapping atau mengetahui bakat-bakat anak sesuai dengan talentanya. Kegiatan ini sangat penting karena merupakan pendidikan dasar bagi anak.

“Harapannya anak itu bisa berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga pada waktunya tahu apa yang ingin dicapai. Karena anak memiliki bakat dan minat masing-masing. Ini bagian dari peningkatan kompetensi guru. Sebab disamping meningkatkan kompetensi, Himpaudi juga memperjuangkan nasib dan meningkatkan kesejahetaraannya,” katanya.

Menurut Dewi, ini kesempatan karena Pemerintah Daerah sangat memberikan harapan kepada para Bunda PAUD. Apalagi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), bahwa untuk SPM yang tahun-tahun sebelumnya belum mewajibkan PAUD sekarang sudah masuk SPM. Didalam SPM salah satunya terkait standar pendidiknya. Bagaimana meningkatkan kompetensi dan kapasitas Bunda-bunda PAUD.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya saat berlangsungnya kegiatan, tetapi suksesnya bagaimana dapat menyimak dengan seksama dan memahami yang selanjutnya mengimplementasikan di satuan PAUD masing-masing,” jelasnya.

Dewi menerangkan, dalam kegiatan ini Bunda-bunda PAUD akan digugah kompetensinya agar nantinya dapat membimbing putra dan putrinya sesuai bakat dan minatnya.

“Anak-anak didik kita ini masuk dalam usia produktif. Tetapi Bunda PAUD tidak seharian mendidik, oleh karena itu perlu dikembangkan pendidikan keluarga. Bagaimana saat orang tua hadir di satuan PAUD, pendidik ini bisa berbagi ilmu dengan para orang tua supaya pendidikan anak bisa berlanjut di rumah. Karena banyak orang tua yang belum memahami pola pengasuhan yang baik dan benar,” pungkasnya.

Sumber : mitrapublik.net


6.003 Guru PAUD Hadiri Doa Bersama dan Seminar Nasional Himpaudi Jatim

 

6.003 Guru PAUD se-Jawa Timur Ikuti Seminar Nasional di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Rabu (13/03/2019). Foto-Istimewa/Umi Masitah

MALANG — Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang dipenuhi oleh ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Jawa Timur dalam rangka menghadiri doa bersama dan seminar nasional kesetaraan guru PAUD, Rabu (13/03/2019).

Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir dalam acara ini membuka secara resmi seminar nasional yang mengangkat topik “Guru PAUD Non Formal Juga Guru,” sebagaimana perjuangan dari guru PAUD yang saat ini mengajukan judicial review UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dalam sambutannya, Sutiaji menyampaikan bahwasanya pihaknya sangat mendukung pendidikan untuk anak usia dini sebagaimana diajarkan oleh agama islam.

“Pendidikan adalah tugas kita bersama, dalam agama, pendidikan tidak pernah dipilah antara formal dan non formal,” ujarnya dihadapan 6.003 guru PAUD peserta seminar.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa ketika anak tidak dibekali dengan hal-hal yang baik, tentunya negara tidak akan menjadi lebih baik. Pendidikan mulai sejak dini harus mengutamakan pembinaan akhlak dan budi pekerti.

Seperti halnya di Kota Malang sendiri, mulai 2019 ini pemerintah Kota Malang juga meniadakan pembelajaran baca tulis hitung untuk anak-anak usia dini. Bersama Dinas Pendidikan akan mengutamakan penguatan kepribadian.

Nampak hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang PAUDNI dan PNF, Ketua IBAGA Jatim, Ketua IGRA Jatim, Ketua IPI Jatim, dan beberapa tamu undangan lainnya. (cs)


Yusril : Ada 3 Hak Konstitusional Guru PAUD Non Formal yang Saat Ini Belum Terpenuhi

 

Yusril Ihza Mahendra dalam Seminar Nasional Himpaudi Jatim, Malang (13/03/2019). Foto-Istimewa

MALANG — Seminar Nasional Himpaudi Jawa Timur Kesetaraan Guru PAUD dengan topik Guru PAUD Non Formal Juga Guru dihadiri oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. sebagai salah satu narasumber, Rabu (13/03/2019).

Acara yang diselenggarakan di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang ini dihadiri oleh 6.003 guru PAUD perwakilan dari kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Yusril yang merupakan kuasa hukum yang mendampingi Himpaudi dalam proses judicial review Undang-Undang (UU) No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) menyampaikan kondisi dan peluang dari proses yang saat ini ditempuh.

“Undang-Undang Guru dan Dosen tidak sejalan dengan konstitusi, ada 3 hak konstitusional yang dimiliki guru paud non formal yang saat ini belum terpenuhi, yakni hak memperoleh pekerjaan yang layak, hak mendapatkan perlakuan adil dan mempunyai kepastian bidang hukum, dan hak tidak diperlakukan diskriminatif,” ujarnya disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Menurutnya, Pasal 1 ayat 1 dan Pasal 2 ayat 1 dalam UU Guru dan Dosen tersebut telah menghilangkan hak konstitusional dari guru PAUD non formal.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa dirinya akan berusaha semaksimal mungkin dalam memperjuangkan kasus ini. Yusril menyebutkan bahwa 14 Maret 2019 adalah jadwal sidang kelima dari proses judicial review di MK ini.

“Dalam sidang sebelumnya, kita sudah hadirkan dua saksi ahli bidang PAUD dan besok kita akan hadirkan saksi ahli bidang hukum administrasi negara yang akan memberikan keterangan di hadapan hakim MK,” imbuhnya.

Dalam akhir paparan yang disampaikannya, ia mengajak seluruh peserta seminar untuk terus berdoa dan mendukung semua proses yang saat ini sedang berjalan dengan cara-cara yang ilmiah dan cerdas sesuai dengan tatanan hukum yang berlaku. (cs)


Bundo Netti Ajak Seluruh Peserta Seminar Nasional Sholat Hajat Mendukung Perjuangan di MK

 

Bundo Netti, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpaudi dalam Seminar Nasional Himpaudi Jatim, Rabu (13/03/2019). Foto-HimpaudiJatim

MALANG — Doa bersama dan Seminar Nasional Himpaudi Jatim yang diselenggarakan di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Himpaudi, Prof. Dr. Ir. Netti Herawati. M.Si., Rabu (13/03/2019).

Mengawali paparan materinya dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, memberikan semangat kepada seluruh peserta seminar nasional untuk terus berjuang demi negeri ini melalui bidang pendidikan anak usia dini.

Bundo Netti, sapaan akrab Ketua Umum PP Himpaudi ini menyebutkan bahwa anak-anak terlahir dalam kondisi suci, fitrah, dan dikaruniai kecerdasan serta merupakan generasi pilihan.

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Artinya generasi yang hebat dilahirkan berdasarkan pendidikan sejak dini. Bibit generasi harus dididik dengan benar dan penuh kasih sayang agar menjadi anak yang cerdas dan bahagia.

Terkait dengan kesetaraan guru PAUD non formal yang masih diperjuangkan di Mahkamah Konstitusi (MK), Bundo Netti mengajak seluruh guru PAUD yang hadir dalam seminar terus senantiasa berdoa, bermunajat di setiap sholat lima waktu untuk mendukung perjuangan ini.

“Mari terus berdoa, memohon kepada Alloh untuk dimudahkan dalam proses yang saat ini sedang berjalan, berdoa di setiap sholat lima waktu, dan sholat hajat bersama-sama,” ujarnya.

Bundo juga memberikan paparan bahwa sejak tahun 2014, perjuangan kesetaraan guru ini telah dilakukannya mulai dari audiensi ke DPR, menyampaikan surat ke Presiden, hingga akhirnya jalan terakhir adalah mengajukan uji materi (judicial review) atas Undang-Undang Guru dan Dosen.

Diketahui 6.003 peserta dari perwakilan guru PAUD se-Jawa Timur hadir dalam doa bersama dan seminar nasional Himpaudi Jawa Timur kali ini sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia. (cs)


Ketua HIMPAUDI Jatim Jelaskan Perkembangan Sidang Gugatan Kesetaraan Kesejahteraan Guru PAUD

 

                Ketua HIMPAUDI Jawa Timur, Imam Mahmud, M.Pd. Foto-Imarotul Izzah/MalangTIMES

MALANG — Guru PAUD yang terhimpun dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) mengajukan judicial review UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Mereka menuntut kesetaraan hak antara guru PAUD formal dan nonformal.

Meskipun telah sama-sama diakui sebagai pendidik dalam Undang-Undang Sisdiknas, namun yang diakui sebagai guru oleh Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, hanya pendidik PAUD formal saja, sedangkan pendidik PAUD nonformal tidak diakui sebagai guru.

Hal ini disampaikan oleh Ketua HIMPAUDI Jawa Timur, Imam Mahmud, M.Pd saat ditemui di sela acara Seminar Kesetaraan Guru Paud Non Formal Se Jawa Timur di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (13/3/2019).

Ia menyatakan, Kamis besok (14/3/2019) merupakan sidang yang kelima terkait gugatan kesetaraan tersebut yakni mendengar saksi ahli dari pemerintah.

Sidang masih akan digelar beberapa kali lagi. Ia menegaskan, UU Sisdiknas memang sudah waktunya untuk direvisi.

“Sebenarnya di dalam UU Sisdiknas itu sudah waktunya untuk direvisi karena sudah masanya dan ini sudah era di mana perkembangan pendidikan itu sedemikian cepat,” paparnya.

Lebih lanjut Imam menyatakan, kendala guru-guru PAUD di lapangan ialah mereka belum diakui untuk bisa mendapatkan sertifikasi.

“Banyak temen-temen yang dapat gaji itu hanya Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, bahkan ada seorang guru yang gajinya Rp 75 ribu. Padahal peran mereka sangat menentukan, fondasi pendidikan ini ada di anak usia dini preschool ini,” ungkapnya.

Imam pun menyatakan bahwa ia mengerti, sebenarnya pemerintah di manapun tingkatannya, mulai dari menteri, dirjen, wali kota, bupati, maupun kepala dinas itu memahami kondisi ini.

“Cuma karena batasan regulasi yang tidak bisa menjadikan dasar untuk mereka mengeluarkan insentif kesejahteraan tunjangan bagi guru-guru PAUD di jalur nonformal ini maka itu menjadi bagian dari kendala mereka,” terangnya.

Mengenai SDM guru PAUD, dikatakan Imam bahwa pada tahun 2015 sebenarnya mulai ada penyetaraan bahwa guru PAUD itu juga harus S1.

“Ketika mereka itu dengan kewajiban yang sama di kualifikasi pendidikan S1 yang sama kemudian di akreditasi yang sama tentunya negara harus memperhitungkan dan memperhatikan haknya. Itu yang sebenarnya kami suarakan,” pungkas Imam.

Sumber : MalangTimes.com


Lebih Dari 5000 Peserta Ikuti Jalan Sehat dan Doa Bersama Perjuangan Kesetaraan Himpaudi Jatim

 

Jalan Sehat dan Doa Bersama Himpaudi Jatim di Pantai Ria Kenjeran, Minggu (03/02/2019). Foto-Dok. HimpaudiJatim

SURABAYA — Ribuan peserta mengikuti jalan sehat perjuangan kesetaraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Pantai Ria Kenjeran, Minggu (03/02/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Jawa Timur ini diikuti lebih dari 5000 peserta yang merupakan perwakilan dari anggota Himpaudi se-Jawa Timur.

Acara yang digelar dalam rangka mendukung perjuangan Himpaudi dalam permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konsitusi (MK), nampak hadir Ketua Umum Pengurus Pusat Himpaudi, Prof. Dr. Ir. Netti Herawati. M.Si.

Dalam sambutannya, Bundo Netti menyampaikan agar seluruh anggoga Himpaudi dimanapun berada, khususnya peserta jalan sehat untuk selalu ikhtiar dalam memperjuangkan kompetensi dan kesejahteraan yang merupakan jalan panjang Himpaudi.

“Kita senantiasa harus menghargai upaya upaya penerintah baik pusat dan daerah terutama dalam alokasi tambahan anggaran insentif dan peningkatan kompetensi, meskipun secara realisasi masih terbentur dengan regulasi yang ada,” ujarnya Bundo Netti.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa uji materi UU Guru dan Dosen merupakan langkah elegan dan konstitusional setiap warga negara, termasuk guru PAUD yang mempertanyakan hak-haknya.

“Cara-cara yang ditempuh dalam mendukung perjuangan ini harus tetap profesional dan santun untuk mendapatkan kemuliaan dengan cara yang mulia, terutama melalui doa bersama, tertib, santun, bermartabat serta tidak menghujat,” tegasnya.

Usai jalan sehat, senam, dan sambutan, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Wilayah Himpaudi Jatim, Imam Mahmud, S.Sos, M.Pd.I.. Terlihat banyak peserta yang menangis dan tentunya berharap semoga perjuangan ini dimudahkan.

Acara juga dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen dukungan Perjuangan Kesetaraan Guru PAUD Non Formal yang diawali oleh Ketua Umum PP Himpaudi diikuti ketua PW Himpaudi Jatim dan Pengurus Daerah Kabupaten/Kota se-Jatim.

Tentunya senantiasa kita harus selalu berdoa agar guru PAUD non formal bisa mendapatkan hak sama dan setara, memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum, jaminan kesejahteraan sosial, dan bisa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik serta kompetensi.
(cs)


Pengurus Himpaudi Tandatangani Komitmen Dukungan Perjuangan Kesetaraan Guru PAUD Non Formal

 

Bundo Netti, sapaan akrab Ketua Umum PP Himpaudi mengawali tanda tangan komitmen perjuangan kesetaraan guru PAUD non formal, Minggu (03/02/2019). Foto-Dok. HimpaudiJatim

SURABAYA — Sebagai salah satu bentuk dukungan perjuangan uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Jawa Timur menggelar jalan sehat di Pantai Ria Kenjeran, Minggu (03/02/2019).

Lebih dari 5000 peserta yang merupakan perwakilan dari anggota dan pengurus Himpaudi se-provinsi Jawa Timur ikut serta dalam kegiatan ini sebagai salah satu dukungan nyata dan berharap proses yang saat ini tengah berjalan mendapatkan kemudahan.

Selain sebagai sebuah aksi solidaritas mendukung perjuangan ini, kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Himpaudi, Prof. Dr. Ir. Netti Herawati. M.Si. kegiatan ini diisi juga dengan doa bersama dan penandatanganan komitmen dukungan perjuangan kesetaraan guru PAUD non formal.

Penandatanganan komitmen dukungan Perjuangan Kesetaraan Guru PAUD Non Formal diawali oleh Ketua Umum PP Himpaudi diikuti ketua PW Himpaudi Jatim dan Pengurus Daerah Kabupaten/Kota se-Jatim.

Ketua Umum PP Himpaudi dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta bahwa dalam memperjuangkan KEMULIAAN, maka harus dengan cara yang mulia juga.

“Cara-cara yang ditempuh dalam mendukung perjuangan ini harus tetap profesional dan santun untuk mendapatkan kemuliaan dengan cara yang mulia, terutama melalui doa bersama, tertib, santun, bermartabat serta tidak mnghujat,” tegasnya.

Semoga guru PAUD non formal bisa mendapatkan hak sama dan setara, memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum, jaminan kesejahteraan sosial, dan bisa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik serta kompetensi.(cs)


Berjuang untuk Kesejahteraan Guru PAUD, Himpaudi Pamekasan Gelar Istighosah

 

Istighosah Himpaudi Pamekasan. Foto-Istimewa

PAMEKASAN — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur gelar istighosah, Senin (11/2/2019)

Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Agung As-Syuhada’ Pamekasan ini dihadiri ribuan guru PAUD dari 13 kecamatan se-Pamekasan.

Melalui doa bersama atau istighosah, mereka berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk kesejahteraan guru PAUD. Sebab, selama ini guru PAUD berstatus nonformal, pendapatannya pas-pasan.

Berbeda dengan guru yang mengajar di lembaga pendidikan formal. Mereka mendapat perhatian dari pemerintah, diantaranya dapat tunjangan sertifikasi guru.

Atas kondisi itulah, Himpaudi se-Indonesia mengajukan peninjauan kembali (judicial review) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang guru dan dosen ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan adanya judicial review, mereka berharap guru PAUD disetarakan dengan guru yang mengajar di lembaga pendidikan formal sehinngga mendapat hak yang sama dan kesejahteraannya diperhatikan.

“Istighosah di Pamekasan ini sebagai bentuk dukungan kepada Himpaudi yang mengajukan Judicial review yang hari ini diagendakan sidang di MK,” kata Heriyanto, Ketua Himpaudi Kabupaten Pamekasan.

“Sehingga kami berjuang se-Indonesia agar bagaimana yang namanya guru itu tidak ada pemilahan antara nonformal dan formal sehingga semuanya bernama guru FAUD,” imbuhnya.

Guru PAUD sudah banyak yang sarjana. Tak terkecuali di Pamekasan. Namun keberadaan mereka kurang mendapat perhatian pemerintah, kesejahteraannya sangat memprihatinkan.

Padahal, tugas guru PAUD sangat luar biasa. Mereka tidak hanya mengajar dan mendidik, tetapi juga rela memandikan anak di sekolah.

“Kami berharap ada perhatian bagi guru PAUD. Kesejahteraan mereka diperhatikan,” harapnya.

Bunda PAUD sekaligus penasehat Himpaudi Pamekasan Hj Nayla Badrut Tamam juga hadir dalam istighasah ini.

Istri orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan ini sangat mendukung langkah Himpaudi se-Indonesia yang melakukan judicial review ke MK.

“Semoga kesetaraan guru PAUD yang sedang diperjuangkan Hipaudi diterima oleh pemerintah. Setelah ini, mari berdoa bersama semoga perjuangan guru PAUD diamini oleh Allah,” doakan Hj Nayla dalam sambutannya.

Sumber: jejak.co